21:14

Prejudice

posted under by Arciel | Edit This
Di Atlantic City – US, seorang wanita kulit putih
memenangkan sekeranjang koin dari mesin judi. Dia
bermaksud makan malam bersama suaminya. Namun
sebelum itu dia hendak men yimpan sekeranjang koin itu di
kamar mereka. Untuk itu dia lalu menuju lift. Waktu dia
masuk lift sudah ada dua orang hitam di dalamnya, salah
satunya sangat besar… besar sekali. Wanita itu terpaku
sejenak. Dia berpikir: “Dua orang ini akan merampok saya”.
Tapi pikirannya yang lain berkata:“Jan gan menuduh, mereka
sepertinya baik dan ramah”. Tapi rasa rasialnya lebih besar
sehingga ketakutan mulai menjalarinya. Dia berdiri dan
memelototi kedua orang tersebut. Dia sangat ketakutan dan
malu. Dia berharap kedua orang hitam itu tidak dapat
membaca pikirannya. Untuk menghindari kontak mata, dia
berbalik menghadap pintu lift yang mulai tertutup. Sedetik…
dua detik… dan seterusnya. Ketakutannya bertambah. Lift
tidak bergerak. Makin panik. “Ya Tuhan, saya terperangkap,
dan mereka akan segera merampok saya”. Jantungnya
berdebar, keringat mulai bercucuran. Lalu salah satu dari
dua orang hitam itu berkata:“Hit the floor”. Saking paniknya,
wanita itu memukul lantai lift dengan tangannya yang me-
nyebabkan koin berhamburan dari keranjangnya. Dia
berdoa, “Ambil uang saya dan biarkan saya”. Beberapa detik
berlalu. Kemudian dia mendengar salah seorang berkata
dengan sopan, “Ma’am, katakan Anda mau menuju lantai
berapa, kami akan menekan tombolnya”. Pria tersebut agak
sulit untuk mengucapkan kata-katanya karena menahan
untuk tidak tertawa. Wanita itu mengangkat kepalanya dan
melihat kedua orang tersebut. Mereka pun lalu menolong
wanita tersebut berdiri. “Tadi saya menyuruh teman saya
untuk menekan tombol lift dan bukannya menyuruh Anda
untuk menonjok lantai lift”, kata yang bertubuh sedang,
sambil merapatkan bibirnya berusaha untuk tidak tertawa.
Wanita itu berpikir: “Ya Tuhan, betapa malunya saya.
Bagaimana saya harus minta maaf kepada mereka karena
saya menyangka mereka akan merampok saya”. Mereka
bertiga mengumpulkan kembali koin-koin itu dan
memasukkannya ke dalam keranjangnya. Ketika lift tiba di
lantai yang dituju wanita itu, mereka berniat untuk men
gantar wanita itu ke kamarnya, karena mereka khawatir
wanita itu tidak kuat berjalan sepanjang koridor.
Sesampainya di depan pintu kamar, kedua pria itu
mengucapkan selamat malam. Dan wanita itu mendengar
kedua pria itu tertawa sepuas-puasnya sepanjang jalan
kembali ke lift. Wanita itu kemudian berdandan dan menemui
suaminya untuk makan malam. Esok paginya bunga mawar
dikirim ke kamarnya. Dan di setiap kuntum bunga mawar
tersebut terdapat lipatan uang seratus dolar. Di kartunya
tertulis: “Terimakasih atas tawa yang terbaik yang kita
pernah lakukan selama ini”. Tertanda: Eddie Murphy,
Michael Jordan.

1 comments

Make A Comment